siang
itu, kamis 13 september 2012. tiba-tiba seorang laki-laki dengan
membawa bunga lili putih keluar dari lift kantorku. yes, itu Rizky.
teman lama ku, teman yang sudah ku kenal sejak beberapa tahun yang lalu.
waktu itu kami berkenalan di Ragunan, tepatnya ditahun 2009. aku dan Rizky dikenalkan oleh teman kami yang bernama Putri.
dari
sejak itu, tidak sulit untuk jatuh hati dengan kamu, Rizky. tapi memang
mungkin saat itu bukan waktu yang tepat untuk kita menjalin sebuah
hubungan. aku harus lebih dulu menjalin hubungan dengan seseorang lain
sebelum kamu, sampai pada saatnya, kita dipertemukan kembali.
dengan
membawa bunga kamu katakan, kamu ingin bersamaku. menanyakan maukah aku
bersamamu. saat itu, sangat takut aku untuk berkata ingin, namun juga
tidak mau aku menolak. kamu tau pasti apa alasanku takut untuk berkata
ingin, aku pernah gagal, bahkan baru gagal beberapa minggu setelah kamu
memintaku untuk bersama kamu. tapi saat itu entah dari mana keyakinanku,
aku katakan aku ingin. aku katakan padamu, aku tak lagi mencari seorang
pacar, aku mencari seorang yang benar-benar serius kepadaku. aku ingin
calon suami, bukan pacar. kamu katakan ya, kamu siap.
sudah
lebih dari setengah tahun kita bersama, kamu membuktikan kata-katamu.
tidak hanya kamu berkata, kamu sayang aku. kamu ingin serius. semua kamu
buktikan dengan semua perlakuanmu padaku, pada keluargaku. disaat aku
sangat membutuhkan mu, disaat itu pula kamu ada. semua terasa lebih
mudah dan lebih indah untuk aku jalani sekarang. aku punya kamu.
terimakasih,
sayang. terimakasih untuk semua yang kamu berikan. kasih sayang,
perhatian, waktu, dan ketulusan yang kamu berikan. kedewasaan mu
mengajarkan aku banyak hal. saat ini aku bukan hanya punya seorang
pacar, aku punya kakak, aku punya teman. aku punya kamu, Rizky.
terimakasih.
semoga
kita akan terus seperti ini, saling menyayangi hingga nanti, beberapa
puluh tahun yang akan datang, atau bahkan hingga tidak mempunyai nafas.
aku berharap..
sayang kamu, Rizky..
No comments:
Post a Comment